Menilik Budaya Nusantara dari Lensa Pendidikan



Pendidikan adalah proses pembudayaan.
Secara teori demikian, pendidikan merupakan sebagian dari proses pembudayaan. Tulisan ini tidak akan telalu dalam membahas persoalan kebudayaan dan pendidikan, karena masing-masing persoalan tersebut tidak akan selesai dalam sebuah tulisan singkat. Dalam tulisan ini hanya akan mengcover sebagian kecil permasalahan umum yang terjadi ketika kita coba membenturkan permasalahan pendidikan  dan pendidikan sebagai proses pembudayaan.
Permasalahan pertama, ketika kebudayaan diartikan secara sempit. Budaya hanya sebatas tari-tarian, kepurbakalaan seperti urusan candi-candi, sastra tradisional seni pahat, seni batik, dan sebagainya. Dalam kontek ini kebudayaan telah direduksi sedemikian rupa sehingga menimbulkan mind set bahwa kebudayaan hanya mengenai nilai-nilai estetika.
Permasalahan kedua adalah pendidikan semakin dibatasi ke arah intelektual belaka. Bagaimana tidak, coba kita lihat bagaimana konten pendidikan dewasa ini. Secara umum hanya mengunggulkan ilmu-ilmu eksak, pun juga dengan pembahasan pada ilmu budaya yang hanya sampai pada pembahasan di permukaannya saja.
Memposisikan dan memasukkan unsur kebudayaan secara utuh masih menjadi PR bagi dunia pendidikan di republik ini, artinya pendidikan tidak hanya seabatas konsep dan praktik untuk mencerdaskan individu secara kognitif saja, melainkan juga afektif dan psikomotor. Memisahkan pendidikan dengan kebudayaan sama artinya dengan penghianatan terhadap proses pendidikan sebagai proses pembudayaan.


Entri Populer